Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman (yang artinya):
“ Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, maka Allah telah menyediakan bagi mereka pengampunan dan pahala yang besar ”. (QS Al Ahzaab : 35)
Maka berdzikirlah kepada Allah sebanyak – banyaknya wahai saudaraku, agar Allah berikan kita pengampunan dan pahala yang besar.
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“ Perumpamaan orang yang berdzikir (ingat) kepada Rabb-nya dengan orang yang tidak berdzikir kepada Rabb-nya laksana orang yang hidup dengan orang yang mati.”
(HR Al-Bukhari no. 6407, Fat-hul Baari XI/208)
Maka berdzikirlah kepada Allah wahai saudaraku, agar jiwa kita tidak mati dan hidup kita mempunyai kekuatan.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda kepada para sahabatnya:
“ Maukah kamu aku tunjukkan perbuatanmu yang terbaik, paling suci di sisi Raja-mu (Allah), paling mengangkat derajatmu, lebih baik bagimu dari pada menginfakkan emas dan perak, lebih baik bagimu daripada kamu bertemu musuhmu, lantas kamu memenggal lehernya atau mereka memenggal lehermu?” Para sahabat yang hadir berkata: “Mau (wahai Rasulullah).” Beliau bersabda, “Berdzikir kepada Allah Yang Maha Tinggi.”
(HR. At-Tirmizi no. 3377, Ibnu Majah no. 3790 dan di shahihkan Al-Albani di Shahih At-tirmidzi III/139 no. 2688 dan Shahih Ibnu Majah II/316 no. 3057 dari sahabat Abu Darda)
Maka berdzikirlah kepada Allah wahai saudaraku, karena belum tentu kita bisa berinfak dengan emas dan perak, dan belum tentu kita berkesempatan untuk berperang menghadapi musuh apalagi mati karenanya.
Berdzikirlah kepada Allah dalam keadaan lapang maupun sempit, di waktu pagi maupun petang, di saat diam atau bergerak. Berdzikirlah kepada Allah dalam setiap keadaan, karena sesungguhnya itu adalah sebaik-baik amal perbuatan.




0 Tanggapan ke “Wahai saudaraku…”