Siapakah Luqman, sehingga namanya dijadikan sebagai salah satu nama surat dan penggalan kisah hidupnya diabadikan di dalam Al-Qur’an Al-Karim?
Mayoritas ulama berpendapat bahwa beliau adalah hamba Allah yang saleh tanpa menerima kenabian.
Menurut Ibnu Abbas, Luqman adalah seorang hamba berkebangsaan Habsyi yang berprofesi sebagai tukang kayu. Sementara Jabir bin Abdullah mengidentifikasi Luqman sebagai orang yang bertubuh pendek dan berhidung pesek. Sedangkan Said bin Musayyab mengatakan bahwa Luqman berasal dari kota Sudan, memiliki kekuatan,dan mendpat hikmah dari Allah, namun dia tidak menerima kenabian.
Selanjutnya, Ibnu Jarir berpendapat bahwa Luqman adalah seorang hamba sahaya berbangsa Habsyi yang berprofesi sebagai tukang kayu. Suatu kali, majikannya berkata kepada Luqman, “Sembelihkan domba ini untuk kami.” Lalu dia menyembelihnya. Si majikan berkata,”Ambillah bagian dagingnya yang terbaik.” Lalu Luqman mengambil bagian lidah dan hati. Si majikan diam beberapa saat, lalu berkata,”Sembelihkan domba yang ini untuk kami.” Lalu dia menyembelihnya. Si majikan berkata,”Ambillah bagian dagingnya yang terburuk.” Lalu Luqman mengambil bagian lidah dn hati domba. Kemudian si majikan berkata,”Aku menyuruhmu mengambil dua bagian daging domba yang terbaik, lalu kamu melaksanakannya, dan akupun menyuruhmu mengambil bagian daging domba yang terburuk, lalu kamu mengambil daging yang sama.” Luqman berkata,”Sesungguhnya tida perkara yang lebih baik dari lidah dan hati jika keduanya baik dan tiada perkara yang lebih buruk dari lidah dan hati jika keduanya buruk.”
Suatu kali dia didatangi seseorang, lalu bertanya,”Apa yang dapat mengantarkanmu kepada kebajikan dalam bertutur?” Luqman menjawab,”Berkata jujur dan tidak mengatakan hal yang tidak penting.”
Luqmanpun pernah ditanya ihwal prestasi yang dicapainya. Dia menjawab,”Hai anak saudaraku, jika engkau menyimak apa yang aku katakana kepadamu, kamupun akan berprestasi seperti aku. Lalu Luqman berkata,”Aku mengontrol pandanganku, menjaga lidahku, menjaga kesucian makananku, memelihara kemaluanku, berkata jujur, memenuhi janjiku, menghormati tamuku, memelihara hubungan baik dengna tetanggaku, dan meninggalkan perkara yang tidak penting. Itulah yang membuat diriku seperti apa yang kamu lihat.”
Sumber: Buku Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir, Muhammad Nasib Ar-Rifa’i




Luqman menjawab,”Berkata jujur dan tidak mengatakan hal yang tidak penting.”
hikmah yang berkesan untuk menjaga diri
thanks atas pencerahannya,
salam sukses..
sedj
http://sedjatee.wordpress.com
Tanggapan:
Thanks juga kunjungannya…
Barakallahu fiika
Assalamu’alaikum, lama tidak silaturahim ke blog ini.
Alhamdulillah datang-datang langsung dapat pencerahan. Matur suwun atas tausiahnya.
Tanggapan:
‘Alaykumussalam, wah rajin pagi-pagi udah internetan…Lama baru posting juga..
Kita mesti belajar dari Luqman ini … salam kenal