Dalam pertemuan santai di kantor, sang MC melempar pertanyaan: Apa bahagia menurut anda?
Para hadirin spontan menanggapi. Macam-macam pendapatnya. Ada yang bilang: “kalau semua keinginan kita terpenuhi.” Yang lain menyahut: “Kalo saya banyak uang.” Lainnya: “Punya keluarga yang harmonis.” Lainnya lagi: “Punya wajah ganteng.” Walhasil tiap orang memiliki pandangan yang berbeda-beda.
Seringkali kita menyangka sarana kebahagiaan itu misalnya: punya rumah sendiri, disayang istri, bisa ganti HP terbaru, disenangi boss, dapat undian, kesebelasan favorit menang, atau apa sajalah.
Bekerja itu wajib, uang perlu dicari, rumah kalo bisa punya sendiri, istri kalo bisa yang cantik dan berbudi, syukur-syukur ada plus yang lain. Tapi kalo terpaksanya tak mendapatkan hal-hal tersebut ,tetap saja orang bisa bahagia. Artinya, bahagia tidak harus selalu beriringan dengan hal-hal yang sifatnya keduniaan.
Bahagia bisa datang lewat bermacam cara. “Hayya ‘alal falaah” begitu muadzin bekumandang. Mari kita menuju kebahagiaan. Bahagia bisa datang dengan banyak sholat. Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam juga pernah bersabda kepada Bilal, “Wahai Bilal, kumandangkan Iqomat untuk sholat, karena dengan sholat it hati kita menjadi tenang.” ( HR. Ahmad & Abu Dawud, Shahih al-jami’: 7892)
Alaa bidzikrillahi tathmainnul quluub, ketahuilah dengan mengingat Allah hati akan menjadi tenang. Bahagia datang dengan banyak mengingat Allah. Mengingat nikmat-nikmatNya, mengingat segala ciptaanNya, mengingat keagunganNya dan segala sifat-sifatNya.
Bahkan kala kita tertimpa musibahpun kita bisa berbahagia, lho kok? Ya, kalau kita bisa memaknainya. Bukankah dengan musibah yang menimpa kita, Allah berjanji akan mengangkat derajat kita? Bukankah dengan musibah, akan dihapus dosa-dosa kita? Bukankah itu janji yang besar? Dan layaknya orang yang mendapat janji yang besar patutlah untuk berbahagia. Allah tidak pernah menyelisihi janjiNya.
Seorang ‘ulama Robbani, Ibnul Qoyyim al-Jauziyah pernah berkata, (yang kurang lebih maknanya), “Indikasi orang bahagia yakni bersyukur kala mendapat nikmat, bersabar kala mendapat musibah, segera bertaubat kala berbuat maksiat.”
Jadi apapun kondisi kita, yang penting minumannya teh botol sosro kalau kita bisa bersyukur ketika mendapat nikmat, bersabar ketika tertimpa musibah, bertaubat ketika melakukan dosa, maka kita berpeluang besar untuk bahagia.
Apa yang membuat Anda bahagia hari ini?




Bahagia hari ini masih diberi kesempatan hidup di dunia ini
tanggapan:
Alhamdulillah, sebagai rasa syukur, mari kita isi sisa hidup kita dengan ilmu dan amal.
setiap anugerah akan memberi bahagia..
semoga kita mampu selalu bersyukur..
salam sukses, Bung…
sedj
http://sedjatee.wordpress.com
Tanggapan:
Setuju Bung…
numpang mampir
bahagia…ketika banyak orang tersenyum pada saya
bahagia…ketika saya bisa membahagiakan orang yg saya sayangi
bahagia…ketika saya bisa bersyukur atas pemberianNya jadi ga ada kata kurangkan ^^
bahagia…ketika saya bisa berjalan di jalanNya
salam kenal
bahagia..
aku bahagia klo masih bisa melihat bintang bersinar dan memberikan sinarnya dengan indah..
little shining star..
Tanggapan:
Makasih atas kunjungannya
Berarti apapun kondisi kita, kita harus berusaha untuk tetap bahagia, dan tak layak bersedih-sedih ria? Menubah tangis kesedihan menjadi senyum ketegaran?
Mmmmm…saya akan berusaha-habis perempuan sukanya dikit2 nangis melulu- Jazakumullah khoiron.
Tanggapan:
Pokoke syukur, sabar, istighfar
bahagiaku datang dari hati atas rahmat dan karuniaNya… ^^ bahagia yg datang dari hati bisa dinikmati leh siapa saja… tak melihat pangkat, harta dan kedudukannya…
kebahagiann di tangan ALLOH Subhanahu wa ta’ala, dan tidaklah mungkin kebahagiaan diperoleh kecuali dengan ketaatan kepada Alloh (nasehat syaikh Abdur Rozaq)
sehat, gak sakit, bisa bekerja, pokonya ngak pusing! hahaha… dasar manusia pengennya yg enak-enak aja…