Imam Ahmad bin Hambal, salah seorang imam Ahlu Sunnah terkemuka, mendapat cobaan begitu berat disebabkan pendiriannya yang kokoh bahwa Al Qur’an bukan makhluk, tetapi Kalamullah. Pendirian beliau ini menyelisihi paham Khalifah pada waktu itu, Al Watsiq beserta para tokoh Mu’tazilah diantaranya Ibnu Abi Duwwad. Mereka memaksakan paham ini kepada seluruh rakyatnya, termasuk para ulama pada waktu itu. Khalifah Al Watsiq suka menguji manusia dengan permasalahan tersebut (tentang Al Qur’an Makhluk). Barang siapa yang sepakat dengannya maka dibiarkan bebas, namun siapa yang menentangnya, maka akan di hukum, baik dipenjara, dicambuk, bahkan dibunuh. Imam ahmad bin Hambal adalah salah satu dari sekian ulama yang dijebloskan ke penjara, dicambuk berpuluh-puluh kali, bahkan beliau sempat akan dibunuh. Namun karena pertolongan Allah, kemudian karena keikhlasan, keteguhan serta kefaqihan beliau, maka hukuman bunuh dibatalkan, bahkan khalifah Al Watsiq bertaubat dari fahamnya tersebut setelah mendengar perkataan Imam Ahmad ketika berdialog dengan Ibnu Abi Duwwad.
Imam Adz Dzahabi meriwayatkan kisahnya dari Al Muhtadi Billah Muhammad bin Al Watsiq, anak sang khalifah Al Watsiq di kitabnya Siyaru A’laamin Nubalaa’ juz XI :312, ini ceritanya: read more…
Sesungguhnya sendi-sendi peradaban dunia barat dibangun berdasarkan peradaban Islam yang berdiri di Spanyol (Andalusia) oleh kerja keras para ulama Islam di sana.
Di spanyol kaum muslimin mendirikan banyak perguruan tinggi dan meletakkan dasar teori eksperimen. Peradaban kaum Muslimin betul-betul mencapai puncak kebesarannya hingga banyak sekali raja-raja Eropa mengirimkan wakilnya untuk menimba ilmu pengetahuan di sekolah-sekolah dan universitas-universitas Spanyol. Selesai kuliah, mereka pulang ke negaranya masing-masing untuk menyebarkan ilmu pengetahuan yang mereka dapat dari Spanyol.
Salah satu buktinya, saya cantumkan surat George II raja Inggris kepada Hisyam III Khalifah kaum Muslimin di Andalus. Berikut Suratnya:
Dari: George Raja Inggris, Ghal, Swedia dan Norwegia
Kepada: Khalifah kaum Muslimin Andalus Paduka yang mulia Hisyam III
Dengan hormat, read more…
Seseorang menjual giginya hingga habis untuk biaya hidup. Segetir inikah?
Ini tulisan yang saya nukil dari Koran Republika Jum’at 27 maret 2009, bukan untuk latah mengikuti trend televisi yang sekarang banyak ‘menjual’ kepahitan hidup, namun sebagai bahan renungan kita di tengah ganasnya manusia terhadap harta,baik orang miskin ataupun kaya.
Dia tak memperkenalkan nama. Hanya terucap usianya hampir melewati 70 tahun. Ceritanya mempesona, bukan karena pandai menggubahnya, tetapi saripati perjalanan hidupnya, membuat siapapun yang mendengar akan terbelalak, terkekeh, juga tersenyum pahit. read more…
Lazimnya perbuatan dosa akan mendapatkan ancaman siksa, dan perbuatan taat akan berbuah pahala. Akan tetapi Allah Tabaroka wa Ta’ala yang mempunyai sifat Ar-Rahman (Penyayang) terhadap hamba-hambaNya, melalui syariatNya yang mulia telah membuka sesuatu pintu yang bisa memasukkan orang yang banyak berbuat dosa kedalam ridhoNya. Inilah sebesar-besar nikmat dibukanya pintu taubat.
Orang-orang yang banyak berbuat maksiat, read more…
Diantara penyebab terbesar rusaknya pemahaman kaum muslimin terhadap agamanya di negeri ini adalah beredarnya hadits-hadits lemah bahkan palsu yang begitu banyak. Hal ini tidak saja menimpa kaum awam, namun juga para tokoh agama. Mereka dengan mudah menyebarkan hadits tanpa merujuk kepada perkataan ulama ahli hadits kemudian diterima begitu saja oleh masyarakat karena ini adalah perkataan orang yang mereka anggap berilmu dalam agama. Salah satu contoh hadits yang begitu masyhur adalah kisah tentang Tsa’labah. read more…
Imam Ibnu Hazm rahimahullah berkata: “Sebuah cara yang paling manjur untuk mendapatkan ketenangan adalah mengabaikan omongan orang dan memperhatikan ucapan Sang Pencipta alam. Barangsiapa yang menyangka bahwa dirinya bisa selamat dari celaan manusia, maka dia telah gila. read more…
Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-sa’di Rahimahullah berkata: “Ketahuilah bahwa setiap manusia mendambakan dirinya memiliki jiwa yang tenang, gembira, tidak sedih dan susah. Karena dengan ketenangan jiwa hidupnya makin baik dan penuh dengan kegembiraan… read more…